Kumpulan Artikel Sejarah dan Tempat Wisata di Indonesia dan Dunia

Tujuan dan Hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haag tahun 1949

Apa sebenarnya tujuan dan hasil Konferensi Meja Bundar yang dilaksanakan di kota Den Haag, Belanda pada tahun 1949? pertanyaan tersebut merupakan fokus utama yang akan kita bahas, akan kita kupas dan jelaskan secara rinci dan lengkap. Tujuan konferensi meja bundar (KMB) dilakukan tentu dengan pertimbangan secara matang tokoh-tokoh penting yang terlibat saat itu, seperti Ir. Soekarno (Presiden) dan Mohammad Hatta wakil Presiden sekaligus ketua delegasi Indonesia yang ikut serta dalam rombongan delegasi lainnya. Hasil konferensi meja bundar yang dilakukan di Den Haag diharapkan dapat menguntungkan Indonesia, khususnya masalah kedaulatan negara yang di usik oleh Belanda dan penyelesaian sengketa wilayah Irian Barat.

Mengenai latar belakang, perjanjian Konferensi Meja Bundar disebabkan karena Belanda gagal dalam meredam kemerdekaan Indonesia dengan cara kekerasan. Seperti yang kita ketahui, setelah proklamasi kemerdekaan, pihak Belanda berusaha menguasai kembali wilayah kedaulatan Indonesia dengan cara melakukan serangkaian serangan di beberapa daerah. Tindakan Belanda ini tentu saja menimbulkan amarah dari pihak Indonesia yang kemudian melawan balik serangan yang dilakukan Belanda. Pertempuran-pertempuran sengit antara kedua negara terangkum dalam sebuah perang bersejarah bernama Agresi Militer Belanda I dan juga Agresi Militer belanda II serta pertempuran lainnya.

Tujuan dan Hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haag tahun 1949

Sebelum dilangsungkannya Konferensi Meja Bundar (KMB) di kota besar belanda yakni Den Haag pada tanggal 23 Agustus 1949 hingga 2 November 1949, telah dilakukan beberapa perundingan antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah secara diplomasi, seperti Perjanjian Linggarjati, Renviile dan Roem Royen. Namun yang terjadi Belanda selalu melanggar kesepakatan perjanjian yang telah ditetapkan, salah satunya masalah gencatan senjata. Nah untuk itu, dilakukan lah Konferensi Meja Bundar yang disponsori oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tujuan Konferensi Meja Bundar

Tujuan utama Konferensi Meja Bundar di Den Haag Belanda adalah sebagai media perundingan untuk menghentikan dan meredam kekerasan Belanda terhadap Indonesia. Tujuan lain dilaksanakannya konferensi, khususnya bagi Indonesia adalah untuk memperoleh kedaulatan dari pihak Belanda. Hal ini dilakukan karena Belanda masih terus berambisius menguasai dan menduduki wilayah RI dengan serangan-serangannya yang sangat merugikan, terutama terhadap warga sipil (rakyat biasa) yang menjadi korban sehingga tidak bisa melakukan aktivitas ekonomi dan lainnya.

Baca Juga :
Tujuan selanjutnya dilakukannya Konferensi Meja Bundar adalah untuk melepas keterkaitan Republik Indonesia dengan Belanda. Seperti yang kita ketahui, penjajahan yang dilakukan Belanda bisa dibilang lama, hal ini kemudian meninggalkan beberapa jejak penjajahan seperti struktur, sistem dan infrastruktur serta untuk menyelesaikan masalah hutang pada masa pemerintahan Hindia Belanda tentunya. Untuk lebih jelasanya, berikut ini rangkuman tujuan Konferensi Meja Bundar, meliputi :
  • Meredam kekerasan yang dilakukan Belanda pasca Kemerdekaan.
  • Berusaha memperoleh kedaulatan kemerdekaan dari pihak Belanda.
  • Menyelesaikan sengketa, khususnya masalah Hutang pemerintah Hindia Belanda

Hasil Konferensi Meja Bundar

Setelah kurang lebih dilakukan perundingan selama hampir 3 bulan, tepatnya pada tanggal 2 November 1949 Konferensi Meja Bundar secara resmi ditutup. Menghasilkan 5 poin utama hasil Konferensi Meja Bundar, meliputi :
  • Pemerintah Belanda mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia tanpa syarat sebagai negara federal bernama Republik Indonesia Serikat (RIS).
  • Negara federal Republik Indonesia Serikat tergabung dalam Uni Indonesia-Belanda, dipimin dan dibawah kekuasaan Ratu Belanda.
  • Seluruh hutang pemerintah Hindia Belanda dari tahun 1942 seluruhnya ditanggung (dilunasi) oleh RIS.
  • Batas akhir pengakuan kedaulatan Indonesia paling lambat dilakukan pada bulan Desember 1949 (1 bulan pasca konferensi).
  • Mengenai masalah penyerahan Irian Barat, dilakukan paling lambat setelah satu tahun penyerahan kedaulatan (November 1950).
Hasil konferensi meja bundar di Den Haag yang sudah disebutkan diatas tentu mempunyai arti penting bagi bangsa Indonesia, yakni terkait dengan masalah pengakuan kedaulatan dan penyelesaian sengketa wilayah Irian Barat.

Hasil konferensi meja bundar juga sangat merugikan Indonesia, khususnya mengenai pembentukan negara Federal (negara boneka), dan masalah penyelesaian hutang yang harus ditanggung oleh pemerintah Republik Indonesia Serikat. 
Informasi lebih lanjut mengenai pasca perjanjian, Baca : Dampak Positif dan Negatif Konferensi Meja Bundar Bagi Indonesia
Nah itulah penjelasan lengkap dan detail mengenai Tujuan dan Hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haag tahun 1949, semoga bermanfaat. Terimakasih, jangan lupa like dan share.

Rekomendasi artikel terkait menarik yang wajib anda baca :

Share ke teman kamu:

Related : Tujuan dan Hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haag tahun 1949