Kumpulan Artikel Sejarah & Tempat Wisata di Indonesia + Dunia, Beserta Artikel Menarik dan Informatif Lainnya

Dampak Konferensi Meja Bundar Bagi Indonesia (Positif & Negatif)

Dampak Konferensi Meja Bundar Bagi Indonesia - Apa saja dampak positif dan negatif konferensi meja bundar (KMB) ? Pertanyaan yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini, jika kalian mencari jawaban atas pertanyaan tersebut maka tepat sekali membaca artikel ini. Latar belakang perundingan konferensi meja bundar disebabkan karena gagalnya Belanda dalam meredam kemerdekaan Indonesia melalui cara kekerasan, setelah mendapat kecaman keras dari dunia Internasional maka pihak Belanda akhirnya menyetujui dilakukannya perjanjian damai melalui diplomasi yang dilaksanakan di kota Den Haag pada tanggal 23 sampai 2 November 1949.

Fakta menarik perjanjian KMB yang perlu kalian ketahui adalah perundingan ini tidak sepenuhnya dilakukan pada "meja bundar" seperti namanya. Tidak percaya? bisa lihat pada gambar dibawah ini. Meja yang digunakan memang tidak sepenuhnya "bundar", namun perjanjian ini dalam sejarah Indonesia lebih dikenal dengan nama "Konferensi Meja Bundar".

Dampak Konferensi Meja Bundar

Sebelum kita bahas dampak konferensi meja bundar, perlu kalian ketahui sebelum adanya perundingan ini, Belanda telah melakukan beberapa perundingan dengan pemerintah Indonesia. Contohnya perjanjian Linggarjati, perjanjian Renville dan perjanjian Roem Royen. Tapi apa yang terjadi?? Belanda selalu melanggar isi perjanjian tersebut, salah satunya mengenai masalah gencatan senjata. Akibatnya banyak sekali terjadi pertempuran-pertempuran besar yang sangat merugikan Indonesia, seperti Agresi Militer Belanda I, Agresi Militer Belanda II dan lain sebagainya telah kita bahas pada artikel-artikel sebelumnya.

Dampak Konferensi Meja Bundar Bagi Indonesia

Secara singkat, perwakilan (diplomat) dari pihak Indonesia diketuai oleh Drs. Mohammad Hatta (wakil presiden) dan beberapa anggota lain seperti Mr. Alisastroamidjojo, Mr. Mohammad Roem, Ir. Djuanda, Dr. Mr. Soepomo dll. Baca selengkapnya.... Sementara itu, delegasi Belanda dipimpin oleh Mr. Van Maarseveen. Hasil KMB antara lain :

  1. RI menjadi negara RIS (Republik Indonesia Serikat) yang terdiri dari negara-negara bagian.
  2. Semua hutang Hindia Belanda dibebankan kepada RIS.
  3. RIS merupakan bagian dari UNI Kerajaan Belanda, dikepalai oleh Ratu Belanda.
  4. Status Iran Barat akan ditentukan selambat-lambatnya selama 1 tahun setelah penyerahan kedaulatan.
  5. Tentara Nasional Indonesia berangsur-angsur bertugas menjaga seluruh wilayah RIS.
  6. Pengakuan kedaulatan Belanda kepada Indonesia akan dilakukan selambatnya akhir tahun 1949.

Dampak Negatif Konferensi Meja Bundar

  1. Hutang pemerintah Belanda dari tahun 1942 sepenuhnya ditanggung RIS (Republik Indonesia Serikat).
  2. Dengan dibentuknya RIS, maka demokrasi yang di cita-citakan tidak terlaksana.
  3. Penyelesaian masalah Irian Barat tertunda.
  4. Republik Indonesia menjadi terpecah-pecah menjadi negara bagian yang terdiri dari Negara Indonesia Timur, Negara Jawa Timur, Negara Pasundan dan Jakarta, Negara Sumatera Timur, Negara Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan lain-lain.

Dampak Positif Konferensi Meja Bundar 

  1. Penarikan seluruh tentara Belanda dari wilayah RIS (Indonesia)
  2. Dengan penarikan tersebut, maka perang antara Indonesia-Belanda berakhir.
  3. Belanda mengakui Indonesia (RIS) sebagai negara yang MERDEKA.
  4. Indonesia segera berbenah dengan memulai pembangunan.
Rekomendasi artikel untuk anda, baca juga :
Nah itulah beberapa Dampak Konferensi Meja Bundar, baik positif maupun negatif. Semoga bermanfaat bagi anda. Jika kurang jelas, silahkan boleh mengajukan komentar di kolom komentar. Terima kasih.

Sumber Referensi : Drs. G. Moedjanto, M.A. 1988. Indonesia Abad ke-20 II : Dari Perang Kemerdekaan Pertama sampai Pelita III. Kanisus. Yogyakarta.

Share ke teman kamu:

Related : Dampak Konferensi Meja Bundar Bagi Indonesia (Positif & Negatif)