Kumpulan Materi Sejarah, Wisata dan Artikel Menarik Lainnya

Proses Tenaga Endogen dalam Pembentukan Muka Bumi dan Contohnya

Proses Tenaga Endogen dalam Membentuk Muka Bumi – Keanekaragaman bentuk muka bumi disebabkan oleh tekanan yang berasal dari dalam bumi. Pengaruh energi dari dalam bumi berupa suatu tenaga yang sangat besar sehingga dapat membentuk permukaan bumi beraneka ragam bentuknya disebut tenaga endogen. Tenaga endogen ini dapat membentuk permukaan bumi yang bersifat membangun (konstruktif) dan ada juga yang merusak (destruktif) bagi kehidupan manusia.

Akan tetapi, secara umum tenaga endogen bersifat membangun. Tenaga endogen adalah kemampuan yang menggerakkan berlangsungnya gerakan kerak bumi. Gerakan ini dimaksud diastropisme. Lalu, apa akibat dari tenaga endogen?Akibat tenaga endogen adalah terjadinya pergeseran atau pergerakan kerak bumi (lithosfer).

PROSES TENAGA ENDOGEN



Pergeseran kerak bumi menjadikan permukaan bumi berbentuk cembung seperti pegunungan, dan gunung-gunung berapi, serta berbentuk cekung seperti lembah, laut, dan danau. Mungkin kamu pernah mendengar istilah lempeng, misalnya terjadinya gempa bumi akibat dari pergeseran lempeng. Istilah lempeng itu disebut juga kerak bumi. Kerak bumi terdiri atas dua macam, yaitu kerak benua dan kerak samudra.

Kerak benua contohnya kerak Benua Eropa dan Benua Asia (disebut Eurasia), kerak Benua Afrika, kerak Benua Amerika Utara, kerak Benua Amerika Selatan. Kerak samudera contohnya kerak Samudra Hindia, kerak Samudra Pasifik, kerak Samudra Atlantik.

Lempeng samudra tertekan oleh magma yang ada di bawahnya, sehingga ada bagian membumbung naik (terangkat). Bagian tersebut dinamakan pematang tengah samudera. Desakan terus-menerus menyebabkan lempeng samudera tertekan serta berjalan ke arah ke lempeng benua.

Rata-rata pergerakannya kurang lebih sekitar 10 cm/tahun. Mengakibatkan lempeng samudra bertumbukan dengan lempeng benua.  Akibat tumbukan tersebut ada bagian-bagian yang terangkat dan akhirnya menjadi pegunungan.

Wilayah-wilayah dunia yang merupakan pertemuan lempeng ditandai dengan banyaknya deretan pegunungan atau perbukitan. Perbukitan kapur adalah contoh permukaan bumi yang terangkat dari dasar laut.

Akibat adanya tekanan dari dalam bumi, maka bagian dasar laut menjadi terangkat ke atas permukaan laut. Adanya proses erosi dasar laut yang terangkat tersebut kemudian menjadi perbukitan.

PROSES TENAGA ENDOGEN DALAM MEMBENTUK MUKA BUMI
Secara geologis, tenaga endogen terdiri atas tektonisme atau diastropisme, vulkanisme, dan gempa bumi. Berikut ini penjelasan keempat proses tenaga endogen tersebut. Simak selengkapnya.

1. TEKTONISME

Tektonisme : Proses Tenaga Endogen dalam Membentuk Muka Bumi

Proses tenaga endogen dalam pembentukan muka bumi adalah tektonisme. Tenaga tektonisme merupakan sebuah perubahan kedudukan lapisan kulit bumi, baik itu secara vertikal maupun horizontal. Berdasarkan bentuknya, proses tektonisme dibedakan atas patahan (foulding) dan lipatan (foulting).

A) Lipatan

Lipatan terjadi akibat tenaga endogen yang mendatar yang bersifat liat (plastis) sehingga permukaan bumi mengalami pengerutan. Bagian yang terlipat ke atas dinamakan punggung lipatan (antiklinal), sedangkan yang melipat ke bawah dinamakan lembah lipatan (sinklinal). Jenis-jenis lipatan terdiri atas sebagai berikut.
  • Lipatan tegak (symmetrical folds) terjadi karena pengaruh tenaga horisontal sama atau tenaga radial sama dengan tenaga tangensial.
  • Lipatan miring atau disebut asymmetriacal fold, disebabkan karena arah dari tenaga horizontal tidak sama.
  • Lipatan menutup (rucembent folds) terjadi karena tenaga tengensial saja yangbekerja.
  • Lipatan isoklinal (isoclinal fold), terjadi tidak seimbangnya tenaga tarikan dan dorongan sehingga lembah lipatan masuk ke dalam puncak.
  • Lipatan rebah (overturned folds) terjadi karena arah tenaga horizontal darisatu arah.
  • Sesar sungkup, terjadi karena lipatan rebah yang berpindah.
Baca: Dampak Tenaga Eksogen

B) Patahan

Patahan terjadi akibat tenaga endogen yang relatif cepat, baik yang vertikal maupun horizontal. Jenis-jenis patahan sebagai berikut.
  • Tanah naik (Horst), yaitu dataran yang terletak lebih tinggi dari daerah sekelilingnya, akibat dataran di sekelilingnya patah. Horst terjadi disebabkan karena gerak tektogenesa memusat. Tekanan yang berlangsung terjadi melalui 2 arah ataupun lebih, hal ini kemudian mengakibatkan kerak bumi terdorong naik.
  • Tanah turun (Graben/Slenk), yaitu kenampakan dataran yang letaknya lebih rendah dari daerah di sekelilingnya, disebabkan karena adanya tarikan dari 2 arah sehingga kerak bumi turun.
  • Sesar, yaitu patahan yang diakibatkan oleh gerak horizontal yang tidak frontal dan hanya sebagian saja yang bergeser. Sesar ini dibagi menjadi dua, yaitu dekstral dan sinistral. Sinistral, yaitu jika kita berdiri dipotongan sesar di depan kita bergeser kekiri. Sementara dekstral yakni apabila potongan sesar bergerak kekanan.
  • Blok mountain, yaitu kumpulan pegunungan yang terdiri atas beberapa patahan. Blok mountain terjadi akibat tenaga endogen yang berbentuk retakan-retakan di suatu daerah. Ada yang naik dan ada yang turun dan ada pula yang berbentuk miring sehingga terbentuk komplek pegunungan patahan yang terdiri atas balok-balok lithosfera.

2. VULKANISME (GUNUNG BERAPI)

Tenaga Endogen Vulkanisme
Vulkanisme: Proses Tenaga Endogen dalam Bentuk Muka Bumi

Proses tenaga endogen kedua dalam pembentukan muka bumi yaitu karena aktivitas vulkanimse gunung berapi. Gunung berapi adalah bagian permukaan bumi yang berbentuk kerucut atau kubah (strato) yang berdiri sendiri terdiri atas satu puncak tertinggi yang dibatasi lereng. Gunung berapi terbentuk oleh adanya gerakan magma di dalam bumi dari dapur magma sampai lapisan permukaan bumi.

Perjalanan magma menuju permukaan bumi berupa intrusi dan ekstrusi magma. Intrusi magma adalah peristiwa menyusupnya magma di antara lapisan kulit bumi tetapi, tidak mencapai permukaan bumi. Sedangkan ekstrusi magma adalah peristiwa penyusupan magma hingga sampai ke permukaan bumi dan membentuk gunung api.

Gunung api ada yang masih aktif dan tidak aktif. Gunung api yang aktif, artinya gunung tersebut sewaktu-waktu dapat meletus. Contohnya gunung Slamet di Jawa Tengah, gunung Merapi di Yogyakarta, dan gunung api di laut seperti gunung Krakatau di Selat Sunda.

Sedangkan gunung api yang tidak aktif atau disebut gunung “tidur”, artinya gunung tersebut sudah tidak mengeluarkan lagi material vulkan baik padat, cair, maupun gas. Contohnya Gunung Ciremai di Jawa Barat, Gunung Lawu di Jawa Tengah, dan Gunung Salak di Bogor.

Dengan demikian, vulkanisme merupakan aktivitas magma yang disebabkan oleh suhu yang tinggi dan banyaknya gas sehingga terjadi retakan-retakan dan pergeseran lempeng pada kulit bumi. Vulkanisme dapat berupa gunung berapi dan fenomena alam pasca vulkanik atau fenomena alam setelah terjadi letusan.

A) Intrusi Magma dan Ekstrusi Magma

Pergerakan magma sebagai ciri aktivitas magma dibedakan atas :

1. Intrusi Magma

Secara umum, intrusi magma ialah kegiatan magma di susunan dalam litosfera, memotong atau menyisip litosfer serta tidak sampai ke permukaan bumi. Nama lain intrusi magma adalah plutonisme. Kemudian bentuk-bentuk intrusi magma, antara lain meliputi:

Intrusi magma dimaksud pun plutonisme. Bentuk-bentuk intrusi magma, salah satunya
  • Batholit, yaitu batuan beku yang terbentuk dari dapur magma, terjadi karena penurunan suhu yang lambat.
  • Lakolit, yakni magama yang menyusup di
  • magma yang menyelinap diantara susunan batuan yang mengakibatkan susunan batuan di atasnya terangkat hingga cembung, namun alasnya rata.
  • Gang, adalah batuan dari intrusi magma yang memotong lapisan batuan yang berbentuk pipih atau lempeng.
  • Sil, yaitu lapisan magma tipis yang kemudian menyusup diantara lapisan batuan bagian atas.
  • Apofisa, merupakan cabang dari irupsi korok (gang).
  • Diatrema adalah batuan yang mengisi pipa letusan.

2. Ekstrusi Magma

Ekstrusi ialah aktivitas magma yang sampai permukaan bumi. Ekstrusi magma adalah lanjutan dari intrusi magma (plutonisme). Bahan yang dikeluarkan saat berlangsung proses ekstrusi magma khususnya saat berlangsung letusan gunung api, ialah berbentuk material padat yang dimaksud eflata/piroklastik dan dalam bentuk cair berwujud lava dan lahar, serta dalam bentuk gas seperti belerang, nitrogen, gas asam arang, dan gas uap air.

Menurut bentuknya, ekstrusi magma dibedakan menjadi tiga sebagai berikut :
  • Ekstrusi sentral, yaitu magma ke luar melalui sebuah saluran magma (pipa kawah) dan membentuk gunung-gunung dan letaknya tersendiri. Ekstrusi melahirkan tipe letusan gunung api. Contohnya Gunung Krakatau dan Gunung Vesuvius.
  • Ekstrusi linier, yaitu magma keluarmelalui melalui retakan atau celahan yang memanjang sehingga mengakibatkan terbentuknya deretan gunung api yang kecil-kecil disepanjang retakan itu. Contohnya Gunung Api Laki di Pulau Eslandia.(ApiSpleet) yang memanjang sampai 30 km.
  • Ekstrusi area, yakni magma keluar lewat lubang yang besar, sebab magma terletak begitu dekat dengan permukaan bumi. Akibatnya, magma menghancurkan dapur magma yang menyebabkan magma meleleh ke luar ke permukaan bumi.
Baca juga: Ruang Lingkup Geografi

B) Material Gunung Api Pasca Vulkanik

Pada saat terjadi letusan gunung api tersebut mengeluarkan material berupa material padat, cair dan gas serta termasuk dalam proses tenaga endogen. Material gunung api pasca vulkanik antara lain berupa:

1) Mata air panas (air termal) dan air mineral (makdani). Air ini dimanfaatkan sebagai sumber air mineral yang dikonsumsi oleh manusia dalam bentuk kemasan geal, botol atau galon. Mata air yang terkenal contohnya mata air panas Baturaden di Purwokerto, Ciater di Bandung, dan Sangkan Hurip di Kuningan.

2) Sumber gas (ekshalasi), antara lain berupa:
  • Solfatar, yaitu gas belerang (sulfur), banyak dijumpai di kawah-kawah puncak gunung api. Contohnya di kawah puncak Gunung Bromo dan kawah puncak gunung Merapi, Yogyakarta.
  • Fumarol, yaitu sumber gas uap air, dapat dijumpai sama seperti solfatar, yaitu pada gunung api yang masih aktif, dan mengeluarkan material dalam wujud cair seperti lava dan lahar. Air pada material itu akan menguap, lalu terbentuklah uap air. Contohnya fumarol yang terbentuk pada saat gunung Merapi di Provinsi Jawa Tengah meletus.
  • Mofet, yaitu sumber gas asam arang (CO2). Sama seperti fumarol dan solfatar, kenampakan mofet juga dapat dijumpai pada gunung api yang meletus. Mofet keluar dari kawah yang masih mengeluarkan gas. Biasanya mofet keluar bersamaan dengan gas belerang. Mofet dan belerang merupakan dua gas yang berbahaya bagi manusia karena akan membuat orang yang menghirupnya mati lemas.
3) Mata air (Geyser)

Mata air ini ditemukan di daerah-daerah vulkan aktif. Geyser adalah mata air tanah yang memancar setiap saat dalam sela batuan atau sisa kantong magma karena dorongan gas dari dalam. Geyser akan tidak terlihat bila kandungan air tanah pada daerah itu habis, akan tetapi saat terisi air akan muncul kembali. Kejadian ini bisa kamu temui di plato Dieng Jawa Tengah.

BENTUK-BENTUK GUNUNG API

Menurut bentuknya, gunung berapi dapat digolongkan menjadi tiga tipe, yaitu:

Gunung api strato, yaitu gunung api berlapis biasanya berbentuk kerucut. Lapisannya selang-seling terdiri lapisan endapan berupa lava cair, lava kental, pasir, dan debu.
Gunung api perisai, yaitu berbentuk seperti perisai. Gunung api perisai terbentuk landai karena lava yang keluar sangat cair sehingga selalu mengalir menjauhi lubang kepundan. Contohnya, Gunung api Manoa Loa diHawaii.
Gunung api maar, yaitu gunung berapi berbentuk corong. Terbentuk karena ledakan sangat kuat hingga terbentuk lubang kepundan sangat besar. Contohnya Gunung Paricuti Meksiko, Gunung Rinjani Sumbawa.

Baca juga: Batuan Pembentuk Muka Bumi

3. SEISME (GEMPA BUMI)

Tenaga Endogen Seisme Gempa Bumi
Gempa Bumi: Proses Tenaga Endogen dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan

Ketiga, proses tenaga endogen dalam pembentukan muka bumi adalah aktivitas seisme (gempa bumi). Gempa bumi adalah peristiwa bergesernya lapisan bumi akibat adanya pergerakan lapisan kulit bumi atau lempeng bumi, yang disebabkan tenaga dari dalam bumi. Berdasarkan faktor penyebabnya, gempa bumi dibedakan menjadi gempa tektonik, gempa vulkanik, dan gempa terban atau runtuhan. Sebuah alat yang berfungsi untuk mencatat segala akivitas getaran gempa disebut dengan seismograf.

A) Penyebab Terjadinya Gempa

Berdasarkan faktor penyebabnya, gempa bumi dibedakan menjadi sebagai berikut.

1) Gempa Tektonik

Gempa tektonik, yaitu gempa yang terjadi karena pergeseran lempeng tektonik yang berupa lapisan kulit bumi. Sebagian besar gempa yang terjadi di bumi merupakan gempa tektonik dan paling berbahaya. Contohnya gempa tektonik di Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Pangandaran.

Proses tenaga endogen dalam pergerakan kulit bumi yang sering terjadi di Indonesia ada di bagian barat Sumatera, selatan Pulau Jawa hingga Timor. Jalur wilayah ini adalah jalan yang riskan dengan gempa bumi. Gempa bumi tektonik yang bersumber di dasar laut, umumnya disertai dengan gelombang besar (tsunami). Kian besar gempa bumi, maka semakin besar juga peluang muncul tsunami.

Untuk itu, bagi kamu yang sedang di pantai atau tinggal di pantai, bila ada gempa bumi segeralah menghindar dari pantai, carilah tempat yang lebih tinggi. Bencana gempa bumi yang mengakibatkan tsunami pernah terjadi beberapa kali di Indonesia, seperti di Aceh, Jawa Timur dan Alor. Tsunami-tsunami tersebut terjadi kurang dari 1/5 jam setelah terjadi gempa.

Pada gambar tampak bahwa wilayah sepanjang Sumatera bagian barat yang membujur ke selatan dari Aceh hingga Lampung adalah wilayah gempa bumi. Wilayah jalur gempa bumi yang lain adalah di bagian selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, bahkan sampai wilayah Papua, Kepulauan Maluku dan sebagian Sulawesi.

Baca: Pengertian Benua dan Samudra

2) Gempa Vulkanik

Gempa vulkanik, yaitu getaran kuat di sekitar gunung berapi yang diakibatkan oleh aktivitas magma yang akan keluar ke permukaan bumi yang tersumbat dalam batuan beku dalam. Sebagai contoh yaitu aktivitas gunung berapi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menimbulkan atau mengeluarkan wedhus gembel (awan panas).

Gempa vulkanik ini terjadi sebelum dan selama letusan itu terjadi. Biasanya getaran yang ditimbulkan hanya terdapat di sekitar gunung api saja, untuk tempat yang jauh sekali dari gunung api tidak terasa getaran yang ditimbulkannya.

Apabila magma tersumbat oleh batuan beku dalam pada salurannya maka terjadilah getaran kuat di seputar gunung berapi. Getaran itulah yang disebut gempa vulkanik. Jadi, gempa vulkanis terjadi karena aktivitas gunung berapi yang akan mengeluarkan magma tersumbat.

3) Gempa Runtuhan

Gempa terban, yaitu getaran kulit bumi yang disebabkan karena adanya runtuhan. Biasanya terjadi di daerah yang terdapat banyak rongga-rongga di bawah tanah. Karena tidak kuat menahan atap rongga maka terjadi runtuhan yang mengakibatkan gempa, seperti tanah longsor, runtuhan tebing, runtuhan gua, dan runtuhan galian atau sumur pertambangan.

Seorang ahli geologi berkebangsaan Amerika Serikat, Charles F. Richter, pada tahun 1935 membuat skala gempa. Sampai sekarang dijadikan patokan banyak negara untuk mengetahui seberapa besar bahaya gempa. Apabila diuraikan maka skala gempa seperti berikut.
  1. Skala < 2 : gempa lemah, sering manusia tidak bisa merasakan.
  2. Skala 3,5 –4,2: dirasakan sedikit orang.
  3. Skala 4,9 – 5,4 dirasakan banyak orang.
  4. Skala 5,5 – 6,1 : kerusakan ringan pada bangunan
  5. Skala 6,2 – 6,9 : kerusakan agak besar pada bangunan.
  6. Skala 7,0 – 7,3 : kerusakan serius, rel bengkok, jalan pecah.
  7. Skala > 7,4 gempa kuat dan dapat berakibat fatal.
Berdasarkan hiposentrum (kedalaman pusat gempa), gempa dibedakan sebagai berikut.
  1. Gempa dangkal, merupakan aktivitas gempa yang kedalaman hiposentrumnya kurang dari 60 km.
  2. Gempa menengah, yaitu gempa yang kedalaman hiposentrumnya antara 60 km – 300 km.
  3. Gempa dalam, yaitu gempa yang kedalaman hiposentrumnya lebih dari 300 km.

Demikian pembahasan secara lengkap mengenai proses tenaga endogen dalam pembentukan muka bumi beserta contohnya. Semoga rangkuman materi secara lengkap diatas dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian. Kurang lebih kami mohon maaf. Terimakasih.

Share ke teman kamu:
Tags :

Related : Proses Tenaga Endogen dalam Pembentukan Muka Bumi dan Contohnya