"Jas Merah" Jangan sekali-kali melupakan sejarah !

Sunday, June 18, 2017

Sejarah Pertempuran Medan Area Rangkuman Lengkap

Sejarah Pertempuran Medan Area merupakan sebuah peristiwa perlawanan rakyat Medan Sumatera Utara, untuk melawan pasukan Sekutu. Pertempuran ini diawali dengan mendaratnya pasukan serikat yang di pemimpin Brigadir Jendral T.E.D Kelly pada tanggal 9 Oktober 1945. Rombongan ini berjumlah 1 Brigade, yaitu merupakan brigade 4 dari Divisi India ke 26. Bukan cuma rombongan ini saja, ada juga pasukan dari NICA yang ikut membonceng mereka dengan tujuan merebut kembali pemerintahan. Sikap pemerintah Indonesia yang ada di Sumut (sumatera utara) memperbolehkan para pasukan tersebut menginap di beberapa penginapan di Medan, beberapa penginapan yang ditempati meliputi Hotel Astoria, Grand Hotel dan Hotel de Boer. Hal ini terpaksa dilakukan karena untuk menghormati mereka.

Sebagian tentara tersebut kemudian ditempatkan di Tanjung Morawa, Binjai dan di wilayah sekitarnya dengan membuat tenda sebagai tempat menginap. Setelah satu hari mereka mendarat, tim dari RAPWI kemudian menuju camp-camp tempat tawanan di Rantau Prapat, Saentis, Pematang Siantar, Pulu Berayan, dan Beras Tagi. Atas persetujuan Gubernur M. Hasan, pasukan tersebut kemudian datang untuk membebaskan tawanan yang ada, setelah itu dikirim ke kota Medan. Ternyata dari kelompok yang dibebaskan dibentuklah pasukan KNIL atau Batalyon KNIL Medan. Pembentukan pasukan ini membuat sikap bekas para tawanan berubah.



Sejarah Pertempuran Medan Area Rangkuman Singkat
Medan Area

Latar Belakang Pertempuran Medan Area

Perubahan sikap para bekas tawanan tersebut terlihat bahwa mereka merasa seperti "pemenang" pada sebuah perang. Dari perubahan sikap, kemudian menimbulkan berbagai insiden terjadi yang dilakukan oleh pasukan tersebut di Medan. Insiden pertama muncul pada 13 Oktober tahun 1945, insiden ini terjadi di salah satu hotel tempat menginap yaitu di Jl. Bali kota Medan. Awal dari insiden ini adalah seseorang penghuni hotel dirampas dan mereka menginjak lencana merah-putih yang sedang digunakan oleh seseorang di hotel tersebut. Akibat serangan ini, terdapat 96 orang luka-luka dan kebanyakan dari KNIL.

Insiden ini kemudian menjalar di beberapa kota lainnya seperti Berastagi dan Pematang Siantar. Kemudian tepat pada tanggal 10-8-1945, pasukan TKR di Sumatera Timur terbentuk. Pasukan ini dipimpin oleh Achmad Tahir. Setelah dibentuk, kemudian ia mengumpulkan para bekas Heiho dan Giyugun untuk ke Sumtim (sumatera timur). Respon dari para bekas tentara masa pendudukan Jepang sangat luar biasa. Selain pasukan TKR, beberapa badan perjuangan juga terbentuk di Sumatera Timur. Badan perjuangan tersebut terbentuk sejak 15 Oktober.  Salah satu badan perjuangan yakni PRI Sumatera timur atau Pemuda Republik Indonesia Sumatera Timur dan Setelah sebulan kemudian berubah menjadi partai Pesindo. Dari terbentuknya partai politik itu, akhirnya terbentuklah laskar-laskar partai.

Sejarah Pertempuran Medan Area

Strategi Inggris untuk melemahkan kekuatan Republik Indonesia di Medan ternyata sama seperti di daerah/kota lain, yaitu mereka membuat ultimatum kepada seluruh rakyat Indonesia untuk menyerahkan senjata yang dimiliki kepada pihak serikat. Hal yang sama juga dilakukan oleh Brigadir TED Kely terhadap para pemuda yang ada di Medan tepat pada 18 Oktober 1945. Hal tersebut menimbulkan militer NICA merasa didukung oleh pihak Inggris. Kemudian mereka melancarkan aksi teror yang kemudian menimbulkan permusuhan dengan kalangan pemuda.

Patroli-patroli Inggris ke luar kota tidak pernah berlangsung secara aman. Keselamatan mereka tidak dijamin oleh pemerintah RI. Inggris melakukan pendudukan dan menentukan wilayah kekuasaan secara sepihak, hal ini dilakukan karena banyak pasukan Inggris yang menjadi sasaran pemuda. Kemudian pada 1 Desember 1945 Inggris memasang papan dengan tulisan " Fixed Bondaries Medan Area" di seluruh kota Medan, sehingga sejak itulah Medan Area menjadi terkenal.

Tindakan pasukan NICA dan Inggris dengan melakukan pembersihan yang berkaitan dengan Republik Indonesia di kota Medan merupakan tantangan pagi para pemuda setempat. Langkah yang dilakukan para pemuda adalah membalas aksi-aksi tersebut. Pembalasan ini menimbulkan daerah medan tidak aman. Usaha pasukan NICA maupun Inggris untuk mengusir, dibalas dengan aksi pengepungan oleh pemuda, bahkan sampai terjadi tembak menembak antara kedua belah pihak. Pasukan Serikat kemudian berusaha menghentikan konsentrasi TKR di Medan, tepatnya pada tanggal 10-12-1945 tetapi akhirnya gagal. Selanjutnya perwira Inggris diculik oleh pemuda, dan beberapa truk berhasil dihancurkan.

Akibat peristiwa perlawanan yang dilakukan pemuda, kemudian Jenderal TED Kely mengancam agar semua senjata pemuda harus diserahkan kepada mereka. Siapa saja yang melanggar ketentuan tersebut akan ditembak mati ditempat. Kota medan dan sekitarnya merupakan daerah yang ditentukan pihak serikat untuk menyerahkan senjata yang beredar di kalangan pemuda atau pun masyarakat. Ancaman yang dikeluarkan tidak meredamkan perlawanan pemuda, bahkan perlawanan terus memuncak. Tentara Inggris terus berusaha medesak pemerintah Republik Indonesia untuk keluar dari kota Medan. Akhirnya kontor Gubernur, Walikota dan Markas Divisi TKR berhasil didesak keluar dari kota Medan, kemudian dipindahkan ke Pematang Siantar. Hal ini membuat Inggris berhasil menguasai seluruh kota Medan. Tanpa adanya suatu komando, mustahil dapat melakukan serangan yang efektif terhadap kedudukan-kedudukan pasukan Inggris.

Dampak Pertempuran Medan Area

Kemudian diadakan pertemuan antara komandan perang pasukan yang berjuang pada pertempuran Medan Area. Pertemuan ini berlangsung pada tanggal 10-8-1945, tepatnya di daerah Tebingtinggi. Pertemuan tersebut memutuskan dibentuknya suatu komando dengan nama "Resimen Laskar Rakyat Medan Area" dibagi atas empat sektor dan setiap sektor dibagi atas empat sub sektor. Setiap sektor berkekuatan 1 bataliyon. Markas komando berkedudukan daerah Trepes. Komando yang dibentuk ini bertujuan untuk meneruskan perjuangan yang telah dilakukan di pertempuran Medan Area yang semakin sulit untuk menumpas serta menguasai kota Medan kembali.


Dampak dari pertempuran Medan area dapat dilihat dari dua sisi yakni positif dan negatif. Dampak positif dari pertempuran ini meliputi meningkatkan rasa nasionalisme para pemuda terutama para pemuda di kota medan, pertempuran ini juga menginspirasi perjuangan daerah-daerah lain. Sementara itu, dampak negatif meliputi banyak korban berjatuhan dalam perang ini, selanjutnya hancur dan porak poranda kota medan yang dijadikan sebagai tempat pertempuran.

Demikian pembahasan mengenai sejarah Pertempuran Medan Area rangkuman singkat dan lengkap. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. Jangan lupa baca artikel menarik lainnya. Sekian, kurang lebihnya mohon maaf. Terimakasih

Sumber : 
  • Notosusanto, Nugroho, dkk. Sejarah Nasional Indonesia Jilid VI. 1984. Jakarta: Balai Pustaka
  • Wikipedia

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sejarah Pertempuran Medan Area Rangkuman Lengkap