Sumber Informasi mengenai Sejarah Indonesia maupun Dunia.

Monday, May 22, 2017

Asal-usul Nenek Moyang Indonesia : Sejarah Manusia di Indonesia

Sejarah Manusia di IndoensiaPada masa glasial (zaman es) daerah di Indonesia terdiri atas daratan Sunda di sebelah barat, yang berhubungan dengan Asia Tenggara kontinental dan daratan Sahul di sebelah timur, yang berhubungan dengan Australia. Suhu di kala Plestosen (zaman pengesan) di daerah ini tidak banyak mengalami goncangan sehingga merupakan daerah yang menguntungkan bagi evolusi tumbuh-tumbuhan dan hewan. Peranan daratan Sunda dan daratan Sahul sangat penting sekali dalam migrasi fauna ke dua jurusan, termasuk penyebaran manusia.

Hubungan darat Indonesia dan Asia dapat terjadi melalui Kalimantan atau Sulawesi. Filipina, Taiwan, dan Cina Selatan. Sedangkan hubungan dengan Australia dapat melalui Irian dan Nusatenggara. Untuk mengetahui arah migrasi pada masa itu, kita perlu mengetahui kepurbaan sisa-sisa manusia di daerah yang dihubungkan jembatan itu. Tidak mustahil migrasi dalam kedua arah pada masa yang berlainan.


Sejarah Manusia di Indonesia

Di waktu  glasiasi (zaman pengesan) surut, permukaan laut menjadi tinggi dan kedua daratan tadi menjadi kepulauan dan paparan lagi. Akibatnya kelompok-kelompok manusia terpisah di pulau yang berlainan. Keadaan ini menimbulkan perubahan-perubahan evolusioner pada mereka. Dijaman es berikutnya dapat mempersatukan keturunan mereka disuatu daratan dan memungkinkan bembaruan kelompo-kelompok yang sudah mengalami perubahan tadi.

Data yang ada sekarang menunjukan bahwa daratan Sunda sudah lebih lama didiami daripada daratan Sahul. Yang blekangan ini baru dihuni manusia pada tingkat Homo Sapiens. Alat-alat batu yang ditemukan di Sulawesi Selatan dan Nusatenggara dan juga Filipina, menimbukan dugaan bahwa Pithecanthropus pernah hidup di sana, tetapi hingga searang fosilnya belum ditemukan.
Perlu ditekankan di sini bahwa ras yang dibicarakan dalam uraian ini adalah ras biologis, yang seperti sudah  dikatakan sebelumnya, oleh sebagian ahli antropologi tidak diakui lagi eksistensinya. Oleh karena itu, ras tidak sama dengan golongan atau kelompok etnis, suatu golongan yang berdasarkan budaya. Suatu ras dapat berbagi-bagi lagi kedalam subras, yang perbedaan-perbedaanya lebih kecil dan lebuh sukar dikenal, atau ke dalam populasi lokal atau dema, yang merupakan kelompok kembang biak yang dibatasi lebih tegas oleh geografi.

Itulah sedikit pembahasan mengenai Sejarah Manusia di Indonesia, semoga bermanfaat bagi pembaca.



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Asal-usul Nenek Moyang Indonesia : Sejarah Manusia di Indonesia